Wednesday, September 05, 2007

Asal Usul Bendera Merah Putih

dapet dari milis sahabat museum, ga tau bener to gak neh ;)

Hehehehe, menarik juga kalau ada yang bisa share tentang asal usul bendera merah
putih.

Sekelumit dari kisah Engkong. Katenye dulu, lagi jaman Belanda, pernah sekali
waktu ceritanya beberapa pemuda mau menunjukkan berontak sama Belanda, begitu,
maka mereka pagi pagi nyelundup satu gedung Belanda, yang ada benderanya, lalu
menyobek bagian warna biru nya, lalu menaikkan lagi benderanya. Dan Belanda
tidak sadar sampai sorenya. Waktu itu orang Indonesia sekitar situ tahu semua
bendera sudah berubah warna, dan sengaja lewat depan gedung situ sekedar untuk
melirik lalu cekikikan mentertawakan. Sewaktu nyadar kemudian, Londo marah
sekali, tapi apa mau dikata tidak tahu siapa yang berbuat, dan penduduk sekitar
juga tidak sudi mengadukan siapa saja yang berbuat. Sayang engkong kaga cerita
detail kejadiannya di daerah mana, gue juga cuman inget sebagian kecil itu saja.

Ada kisah lain lagi, tentang usaha menduduki gedung Belanda juga. Pemuda
pemuda RI yang berani mati, hendak merobek bagian yang biru, menaikkan kembali
yang merah putih. Itu katanya kalau mau menaikan bendera taruhannya nyawa. Tapi
pemuda pejuang kayaknya udah pada rela berkalang tanah. Kalau nyerbu mau rebut
bendera Belanda, biasanya keroyokan, lalu yang berani sentuh bendera biasanya
kena dor, begitu dia jatuh, di belakangnya sudah ada yang menggantikan untuk
tujuan serupa, begitu gugur lagi, sudah ada yang gantikan lagi, pokoknya
penggantinya lebih banyak dan berusaha lebih cepat daripada peluru. Dan kalau
bendera merah putih sudah mencapai puncak tiang, rasanya puaaaasssss sekali,
kepuasan yang layak ditebus belasan jiwa yang gugur, begitu katanya.

Yang jelas bendera merah putih itu efisien banget terutama kalau mau menduduki
gedung si londo, kaga perlu bawa bendera sendiri, yang sudah ada saja, tinggal
di ambil warna birunya, selesai deh. Dan kaga keluar modal lagi, hehehe. Waktu
itu katanyaaaa..... yang berani beli kain warna merah sama putih aje langsung
didatengi intelnya londo, hahahah. Tau bener tau kaga. Lagi pula waktu itu
banyakan pejuang pada kere, makan aja susah, boro boro beli bendera. Menurut
saya sih cara seperti itu bukannya berarti tidak mau repot mendesign, justeru
malahan cerdik bin kreatif. Efektif dan Efisien, hehehe.

Hanya sayang sewaktu pendudukan Jepang nggak bisa dipakai tuh cara begitu,
abis benderanya walaupun sama warna merah putih tapi berbentuk tompel merah
ditengah gitu sih. Makanya sewaktu mau proklamasi benderanya musti dijahit
sendiri oleh istri Bung Karno, begitu kali ya, hahahaha.